Paul Munster akhirnya merasakan kekalahan. Setelah lima laga tanpa kekalahan bersama Persebaya Surabaya terhenti saat persebaya menghadapi Borneo FC 7 Maret 2024 kemarin.
Borneo FC kalahkan Persebaya dengan skor akhir 2-1 di Stadion Batakan, Balikpapan. kekalahan perdana itu terasa menyesakan bagi Munster. Sebab, Persebaya nyaris pulang dengan membawa tiga poin penuh.
Toni Firmansyah mencetak gol di menit 85′. Tapi, petaka tiba ketika laga memasuki injury time. Diawali dari Kasim Botan yang mencetak gol bunuh diri di menit 90+2′. Lalu Ikhsan Nul Zikrak memastikan kemenangan tuan rumah lewat golnya enam menit berselang.
Dua gol di menit akhir membuat Munster sangat marah. Bukan kepada timnya, melainkan dengan kepemimpinan wasit.
“Saya sudah tahu bagaimana sepak bola Indonesia bekerja. Dalam 5-10 menit terakhir, tuan rumah pasti akan membalikkan keadaan. Kepemimpinan wasit membuat laga ini tidak berjalan fair,” kata pelatih asal Irlandia Utara itu.
Munster melihat banyak tekanan yang datang dari bench tim tuan rumah. “Banyak dari official tim lawan yang terus memberikan tekanan ke wasit. Dan kalian tahu, bahwa wasit bisa mengubah situasi laga. Saya sebut laga ini sangat memalukan bagi sepak bola Indonesia. Apalagi ini disiarkan secara live,” tegas Munster.
Dia mencontohkan momen Robson Duarte dilanggar. Wasit Aidil Azmi memberi advantage. Sebab, bola bergulir di kaki Arief Catur. Bek asal Mojokerto itu kemudian menyerang. Lalu dilanggar tepat di depan kotak penalti. Wasit menoup ganda pelangaran. “Tapi bukan untk Catur. Tapi wasit malah menunjuk pelanggaran Robson yang jauh terjadi sebelum itu. Ini sangat memalukan,” pungkasnya
Leave a Reply