Atmosfer emosional menyelimuti Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) saat Persebaya Surabaya menjamu PSIS Semarang pada laga Minggu (19/7/2026). Selain menyajikan duel sengit pramusim yang berakhir imbang 2-2, laga ini didedikasikan secara khusus sebagai bentuk penghormatan terakhir (tribute) bagi mendiang tokoh legendaris Bonek, Andi Peci (Andy Kristiantono).
Andi Peci berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026 lalu setelah berjuang melawan sakit. Sebagai salah satu pentolan Bonek paling berpengaruh dan juga aktif sebagai aktivis buruh KASBI, dedikasinya dalam mengawal kebangkitan Persebaya saat masa dualisme klub tidak akan pernah dilupakan.
Sebelum sepak mula dimulai, wasit memimpin momen mengheningkan cipta (one minute silence) yang diikuti secara khidmat oleh seluruh pemain, ofisial, dan puluhan ribu suporter di tribun. Sepanjang pertandingan, seluruh skuad Bajol Ijo juga tampak mengenakan pita hitam di lengan kiri mereka sebagai simbol duka cita mendalam.
Momen paling mengharukan terjadi setelah peluit panjang ditiupkan. Layar raksasa stadion menayangkan video tribute khusus yang merangkum sepak terjang perjuangan Andi Peci dalam mempertahankan eksistensi klub kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut. Ribuan Bonek dan Bonita di tribun turut membentangkan spanduk raksasa bergambar wajah almarhum, diiringi chants penghormatan yang menggema di seluruh penjuru stadion.
Pihak manajemen Persebaya menyatakan bahwa dedikasi dan militansi Andi Peci akan selalu menjadi inspirasi dan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan Persebaya. Kepergian sang panglima Bonek meninggalkan duka mendalam, namun semangatnya diyakini akan terus hidup di setiap jengkal tribun GBT.
Sumber Foto Utama: Dokumentasi Internal Kabar Bonek Persebaya

Leave a Reply