Wing back Persebaya Surabaya Arief Catur Pamungkas harus mandi lebih cepat daripada rekan-rekannya. Pada menit 28 dia mendapat kartu merah karena melakukan tarikan kepada pemain Persija. Tetapi jika dilihat dengan seksama sebenarnya bola mengenai tangan dari Witan Sulaiman terlebih dahulu.
Kejadian itu terjadi saat Macan Kemayoran melakukan serangan cepat. Center back Green Force Dusan Stevanovic gagal mengantisipasi bola yang justru merubah arah ke pemain lawan. Catur sebagai pemain terakhir garis pertahanan terpaksa harus menarik Witan yang sudah berdiri bebas tanpa pengawalan.
Saat yang hampir bersamaan, bola yang mengalir deras sempat mengenai tangan dari pemain Persija itu. Tetapi pelanggaran yang terjadi didepan kotak pinalti itu justru didapatkan oleh tim tuan rumah. Wasit yang melihat dari belakang sepertinya tidak melihat handsball itu dan langsung mengganjar pemain Persebaya dengan kartu merah.
Head coach Persebaya Aji Santoso mengungkapkan rasa kecewanya. Tetapi dirinya tidak mau menjadikan itu sebagai alasan. Baginya keputusan yang sudah wasit buat itu harus ia hargai.
“Sebelum pelanggaran terjadi handsball terhadap Witan itu jelas tapi tetap saya respect sama keputusan wasit,” ungkap pelatih lisensi AFC Pro itu.
Aji tidak menyalahkan wasit atas kartu merah yang diterima pemainnya. Sebaliknya ia mengomentari handsball yang terjadi karena itu terlihat jelas. Bola jelas mengenai tangan yang bergerak aktif bukan tanpa sengaja.
“Kartu merah itu mungkin menjadi keputusan wasit saya bisa terima. Tetapi yang terjadi itu 100 persen hansball,” ujarnya.
Akibat kartu merah tersebut akhirnya Persija bisa membobol gawang Persebaya pada menit 39 melalui kaki Ryo Matsumura. Proses itu tercipta dari posisi yang ditinggalkan oleh Catur. Itu menjadi satu-satunya gol yang terjadi dan menjadi kekalahan kedua bagi Green Force musim ini.



