Kadek Raditya, Pemain anyar Persebaya Surabaya yang berposisi bek tengah. Diplot menjadi starter dimenit awal melawan Persis Solo di laga uji coba kemarin.
Penampilannya bisa dibilang kurang memuaskan karena pertahanan yang dikawalnya harus kebobolan tiga gol. Memang itu bukan sepenuhnya kesalahannya, karena ketika babak kedua duetnya bersama Dusan Stevanovic tampak lebih solid.
Ditambah dimasukkannya Salman Alfarid, Ripal Wahyudi, dan Reva Adi, membuat pertahanan Persebaya sulit ditembus. Para pemain bertahan tersebut memberikan rasa aman di lini belakang, sehingga para pemain depan fokus melancarkan serangannya.
Taktik Persis yang sebelumnya tidak bisa mereka baca akhirnya bisa di pecahkan. Laskar Sambernyawa yang biasanya menggunakan empat bek, kemarin hanya menempatkan tiga bek untuk mengawal lini belakang.
Akhirnya Persebaya bisa membalikkan keadaan dan berhasil menang dengan dramatis 3-4. Hasil itu cukup memberikan pelajaran bagi para pemain Green Force, terutama untuk Kadek. Mental yang dimiliki semakin tinggi dan semakin percaya diri.
“Kita sudah mengerti cara menghadapi Solo, dan secara mental kita lebih baik dibanding tim lawan,” kata pemain berusia 24 tahun itu.
Dirinya juga menyebut jika sudah memiliki komunikasi yang baik dengan Dusan. Walaupun awalnya agak susah karena sama-sama pemain baru dan berbeda bahasa.
“Duet saya dengan Dusan cukup lancar karena kami sama-sama bisa bahasa Inggris dan mengerti bahasa sepakbola,” ujarnya.
Jika mereka berdua kembali diturunkan sejak awal, mungkin akan berpengaruh banyak pada pertandingan besok. Meskipun itu adalah laga perdana Liga 1, Kadek dan Dusan sudah siap secara mental.



