Baru-baru ini Ketua Umum PSSI Erick Thohir melakukan langkah serius untuk memberantas mafia bola. Pada Senin (26/6) kemarin, dirinya mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia guna menemui Kapolri Jendral Listyo Sigit.
Kunjungannya tersebut bertujuan meminta bantuan kepada aparat kepolisian. Menteri BUMN itu ingin siapa saja pelaku mafia bola langsung ditindak tegas. Sudah ada sanksi yang disiapkan untuk pelaku mafia bola atau match fixing.
Tidak diperbolehkan berkecimpung dalam persepak bolaan Indonesia seumur hidup menjadi hukuman yang setimpal. Erick berharap kerjasama antara PSSI dengan Polri bisa mempercepat dalam penindakan hukum dan pelaksaan sanksi tersebut.
Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso mendukung penuh langkah ketua umum PSSI. Bahkan Aji setuju dengan hukuman yang akan diberikan kepada pelaku pengaturan skor.
“Saya sangat setuju, itu bagus. Siapapun itu memang harus di hukum seumur hidup,” ujarnya.
Bahkan Aji menyebut hukuman itu tidak boleh pandang bulu. Dia menyebut siapapun yang tersangkut skandal pengaturan skor, mereka semua harus mendapat hukuman atas tindakannya.
“Apakah itu pelatih, pemain ataupun perangkat pertandingan dan pengurus. Mereka harus dihajar(dihukum),” tegas pelatih berusia 53 tahun itu.
Tentunya semua pecinta sepakbola ingin persepak bolaan nasional semakin baik. Kita ingin kompetisi yang berjalan di Negeri kita berjalan dengan bersih, dan sudah tidak ada orang yang berani melakukan praktek mafia bola lagi.



