Para pemain asing Persebaya saat ini sedang disorot. Penampilan mereka kala menghadapi PSIS Semarang dianggap kurang lantaran dari dua kali empat puluh lima menit tercatat mereka hanya berhasil melepaskan empat tembakan.
Padahal lini depan Persebaya dihuni oleh para pemain asing. Dalam laga kontra PSIS kemarin nama pemain lokal hanya ada Kasim Botan, selebihnya terdapat Paulo Victor, Sho Yamamoto, Zee Valente, dan Song Ui Yong. Meskipun di paruh kedua Kasim digantikan oleh Bruno Moureira, dan sempat bermain full pemain asing nyatanya tidak banyak merubah serangan tim Bajol Ijo.
Bahkan akhirnya Pelatih Persebaya Aji Santoso memasukkan Brylian Aldama, Muhammad Iqbal dan Ferdinand Sinaga untuk menggantikan Song, Sho dan Victor, itu dilakukan dengan harapan menambah daya serang yang sempat deadlock. Permainan mereka seperti tidak lepas dan membuat banyak suporter menanyakan kemampuan para pemain asing itu.
Aji Santoso melihat itu sebagai tekanan bagi Victor dkk. Dia menyadari bahwa di dunia sepak bola akan ada banyak sekali tekanan dan itu normal baginya dan juga para pemainnya.
“Didunia profesional itu pasti akan ada banyak tekanan. Bukan hanya pemain, pelatih juga,” kata Aji.
Tekanan itu tidak bisa dihindari begitu saja, bisa dikatakan tekanan akan berbanding lurus dengan penampilan. Apa yang dirasakan pemain asing sekarang tidak terlepas dari penampilan mereka setelah dua laga kemarin. Jadi jalan satu-satunya untuk lepas dari tekanan adalah dengan bermain bagus.
“Saya sampaikan harus main yang bagus supaya tekanan itu bisa tereduksi. Klok kita menang dan prestasi bagus pasti akan baik-baik saja,” ujar pelatih asal Malang itu.
Agar bisa mencapai performa yang baik itu tugas dari seleruh tim, termasuk pelatih, pemain dan yang lainnya. Kita berharap supaya mereka berhasil mengatasi tekanan ini dan bangkit saat menghadapi pertandingan selanjutnya.
Leave a Reply